click to generate your own text

Rabu, 08 Juni 2011

Ketakjuban Astronomis (Dan Astrologis?) Dalam Puisi

MALAM (KYAI) M. FAIZI :KETAKJUBAN   ASTRONOMIS  ( DAN ASTROLOGIS? ) DALAM PUISIOleh: Akhmad Nurhadi Moekri, mantan ketua Lesbumi NU Sumenep.                                                       Kritikus tidak menulis puisi                                                     ...

Sedikit Rasa Laparku

SEDIKIT RASA LAPARMU pagi mengalir film kartun, berita bola, rekaman mesum artissedikit rasa laparmuterhibur organisasi masyarakat: NU, Muhammadiyah, ...yang terakhir  PNBdi negeri ini ormas apa yang tidak adadi pasar dijajakan segala macam buahsegala macam  jajan: junkfood; makanan sampahsampah nuklir sampah   politik sampah ormas sedikit rasa laparmuterhibur kartunisyang biasa menista diri  menista nabimenista siapa saja sedikit rasa laparmuterhibur sajak Rimbauth: laparku Anne lari di atas keledaimu...terhibur sajak Rendra: kelaparan adalah burung gagakyang.... sedikit rasa laparmusate kelinci sate-gule sate lalatnasi goreng sambal goreng   bebek gorengsee food  capjay sedikit rasa laparmutelevise radio internet majalah koransedikit rasa laparmutravelling...

Puisi : Sebuah Edutaintment

PUISI: SEBUAH EDUTAINTMENTOleh: AKHMAD NURHADI MOEKRI, Ketua Lesbumi NU Sumenep puisi: zat hidup yang mencintai pagi        (Tengsoe Tjahjono) Dalam suatu diskusi seorang peserta dengan sinis –semoga sinis dramatik_ mengatakan, bahwa ketika     membaca  puisi   ia tidak mendapatkan apa-apa, sama artinya dengan tidak membaca. Ia mati rasa terhadap puisi. Jelas ia bukan penyair atau calon penyair. Sama halnya dengan yang bukan petinju tidak akan kehilangan apa-apa dengan tidak bertinju. Yang bukan perokok tidak akan kehilangan apa-apa dengan tidak merokok. Yang bukan pelukis tidak akan kehilangan apa-apa dengan tidak melukis. Petinju tidak sama dengan perokok atau pelukis,...

Pages 212 »
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More